Cara Menghitung Job Evaluation Points

Dalam dunia sumber daya manusia (SDM), evaluasi jabatan atau job evaluation memegang peranan krusial dalam menentukan keadilan dan keselarasan sistem kompensasi. Proses ini bertujuan untuk menilai nilai relatif suatu jabatan dalam organisasi, yang pada akhirnya akan memengaruhi struktur gaji dan imbalan lainnya. Salah satu metode populer dalam evaluasi jabatan adalah metode poin, yang mengandalkan perhitungan poin untuk setiap faktor jabatan. Artikel ini akan mengupas tuntas cara menghitung poin evaluasi jabatan, memberikan panduan praktis bagi para profesional SDM.

Proses evaluasi jabatan metode poin pada dasarnya melibatkan identifikasi dan penilaian faktor-faktor kompensasi yang relevan. Faktor-faktor ini bisa berbeda-beda tergantung pada jenis organisasi dan industri, namun beberapa faktor umum meliputi keterampilan, upaya, tanggung jawab, dan kondisi kerja. Setiap faktor kemudian dibagi lagi menjadi beberapa tingkatan atau derajat, yang masing-masing memiliki bobot poin yang berbeda.

Menentukan Faktor-Faktor Jabatan yang Relevan

Langkah pertama yang krusial adalah menentukan faktor-faktor jabatan yang paling relevan dengan organisasi Anda. Faktor-faktor ini harus mencerminkan karakteristik pekerjaan yang benar-benar berkontribusi pada nilai organisasi. Contoh faktor yang sering digunakan:

  • Keterampilan: Mencakup pengetahuan, pengalaman, pelatihan, dan kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.
  • Upaya: Mengukur tingkat upaya fisik dan mental yang dibutuhkan, termasuk intensitas kerja, kompleksitas tugas, dan kebutuhan untuk memecahkan masalah.
  • Tanggung Jawab: Menilai tingkat tanggung jawab yang diemban, termasuk tanggung jawab atas keuangan, peralatan, sumber daya manusia, dan dampak keputusan terhadap organisasi.
  • Kondisi Kerja: Mempertimbangkan lingkungan kerja fisik dan mental, termasuk risiko bahaya, tingkat stres, dan tuntutan pekerjaan yang tidak menyenangkan.

Menentukan Tingkatan dan Bobot Poin

Setelah faktor-faktor jabatan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan tingkatan atau derajat untuk setiap faktor. Setiap tingkatan harus didefinisikan secara jelas dan spesifik, sehingga evaluator dapat memberikan penilaian yang konsisten.

Misalnya, faktor “Keterampilan” dapat dibagi menjadi lima tingkatan:

  1. Keterampilan Dasar (Poin: 20)
  2. Keterampilan Menengah (Poin: 40)
  3. Keterampilan Lanjutan (Poin: 60)
  4. Keterampilan Khusus (Poin: 80)
  5. Keterampilan Ahli (Poin: 100)

Bobot poin yang diberikan untuk setiap tingkatan harus mencerminkan pentingnya faktor tersebut terhadap nilai jabatan. Faktor yang lebih penting akan memiliki bobot poin yang lebih tinggi.

Melakukan Evaluasi Jabatan

Setelah semua faktor dan tingkatan ditentukan, tim evaluator dapat mulai mengevaluasi setiap jabatan. Proses ini biasanya melibatkan pengumpulan informasi melalui deskripsi jabatan, wawancara dengan pemegang jabatan, dan observasi langsung.

Tim evaluator kemudian akan menilai setiap jabatan berdasarkan setiap faktor, menentukan tingkatan mana yang paling sesuai dengan deskripsi pekerjaan. Setelah semua faktor dinilai, poin untuk setiap faktor dijumlahkan untuk mendapatkan total poin evaluasi jabatan.

Menggunakan Hasil Evaluasi Jabatan

Total poin evaluasi jabatan kemudian dapat digunakan untuk membuat struktur gaji. Jabatan dengan poin yang lebih tinggi akan ditempatkan pada rentang gaji yang lebih tinggi. Proses ini membantu memastikan bahwa kompensasi diberikan secara adil dan konsisten berdasarkan nilai relatif setiap jabatan dalam organisasi.

Selain itu, hasil evaluasi jabatan juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan kebutuhan pelatihan. Jabatan dengan poin yang rendah mungkin memerlukan investasi dalam pengembangan karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kinerja.

Tips Penting dalam Menghitung Poin Evaluasi Jabatan:

  • Libatkan beberapa evaluator: Untuk memastikan objektivitas dan mengurangi bias, libatkan beberapa evaluator dengan latar belakang yang berbeda.
  • Gunakan deskripsi jabatan yang akurat dan terbaru: Pastikan deskripsi jabatan mencerminkan tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang sebenarnya.
  • Berikan pelatihan kepada evaluator: Pastikan semua evaluator memahami proses evaluasi jabatan dan kriteria penilaian.
  • Tinjau dan perbarui sistem evaluasi jabatan secara berkala: Sistem evaluasi jabatan harus ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk memastikan relevansinya dengan perubahan organisasi dan pasar kerja.
  • Pertimbangkan menggunakan sistem aplikasi gaji terbaik yang terintegrasi dengan modul job evaluation untuk mempermudah dan mengefisienkan proses evaluasi dan kompensasi. Cek selengkapnya di sini.

Kesimpulan

Menghitung poin evaluasi jabatan adalah proses yang kompleks tetapi penting untuk menciptakan sistem kompensasi yang adil dan kompetitif. Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan di atas, para profesional SDM dapat melakukan evaluasi jabatan secara efektif dan memastikan bahwa karyawan dihargai dengan pantas atas kontribusi mereka. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam mengembangkan sistem job evaluation yang efektif, pertimbangkan untuk bekerja sama dengan software house terbaik seperti Phisoft untuk mendapatkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi Anda.