Serverless Computing Patterns
Serverless computing telah merevolusi cara pengembang membangun dan menyebarkan aplikasi modern. Dengan menghilangkan kebutuhan pengelolaan server yang rumit, serverless memungkinkan fokus pada penulisan kode dan inovasi produk. Namun, mengadopsi serverless bukan berarti bebas dari tantangan. Implementasi yang efektif memerlukan pemahaman tentang pola-pola desain yang teruji untuk memastikan skalabilitas, efisiensi, dan keandalan. Artikel ini akan membahas beberapa pola serverless computing yang penting, membantu Anda memanfaatkan kekuatan serverless secara maksimal.
Event-Driven Architecture
Salah satu pilar utama serverless computing adalah event-driven architecture (EDA). Dalam pendekatan ini, aplikasi dirancang untuk merespon serangkaian kejadian atau event, seperti unggahan file, perubahan data dalam database, atau pesan dari antrian. Setiap event memicu fungsi serverless yang akan melakukan tugas spesifik.
Keuntungan dari EDA sangat besar. Aplikasi menjadi lebih modular, mudah dipelihara, dan diskalakan secara independen. Selain itu, EDA mendukung integrasi yang mulus antar berbagai layanan dan sistem. Contohnya, setelah file diunggah ke cloud storage, fungsi serverless dapat secara otomatis memproses file tersebut, mentranskripsikannya, dan mengirimkan notifikasi ke pengguna.
Asynchronous Processing
Proses asinkron sangat cocok untuk aplikasi serverless. Alih-alih menunggu penyelesaian tugas, fungsi serverless dapat menempatkan tugas ke antrian atau layanan pesan dan segera mengembalikan respons. Tugas kemudian akan diproses di latar belakang oleh fungsi serverless lain.
Pola ini sangat berguna untuk tugas-tugas yang memakan waktu lama atau tidak memerlukan respons segera, seperti pemrosesan gambar, pengiriman email, atau perhitungan kompleks. Dengan menggunakan proses asinkron, aplikasi dapat merespons permintaan pengguna dengan cepat dan menghindari bottleneck. Ini juga meningkatkan skalabilitas dan ketahanan sistem secara keseluruhan.
Fan-Out/Fan-In
Pola fan-out/fan-in digunakan untuk membagi tugas yang kompleks menjadi sub-tugas yang lebih kecil dan memprosesnya secara paralel. Dalam pola fan-out, sebuah fungsi serverless memecah tugas menjadi beberapa bagian dan mengirimkannya ke beberapa fungsi serverless lain untuk diproses secara independen. Dalam pola fan-in, fungsi serverless mengumpulkan hasil dari sub-tugas dan menggabungkannya menjadi hasil akhir.
Pola ini sangat efisien untuk memproses data dalam skala besar atau melakukan komputasi intensif. Misalnya, untuk mentranskode video besar, fungsi serverless dapat membagi video menjadi beberapa segmen, mentranskode setiap segmen secara paralel, dan kemudian menggabungkan segmen yang telah ditranskode menjadi video akhir.
Strangler Fig Pattern
Migrasi aplikasi monolitik ke arsitektur serverless bisa menjadi tugas yang rumit. Strangler Fig Pattern menawarkan pendekatan yang bertahap dan aman. Pola ini melibatkan pembuatan aplikasi serverless baru yang secara bertahap menggantikan fungsionalitas aplikasi monolitik yang ada.
Setiap kali fungsionalitas baru dibangun, aplikasi serverless “menggantung” di aplikasi monolitik yang ada, secara bertahap “mencekik” fungsionalitas lama. Pada akhirnya, semua fungsionalitas aplikasi monolitik telah digantikan oleh aplikasi serverless, dan aplikasi monolitik dapat dihentikan. Pola ini mengurangi risiko dan memungkinkan iterasi yang lebih cepat. Jika Anda mencari software house terbaik untuk membantu migrasi ini, pastikan untuk meneliti berbagai opsi.
API Gateway Aggregation
API Gateway berfungsi sebagai titik masuk tunggal untuk semua permintaan ke aplikasi serverless Anda. Pola API Gateway Aggregation memungkinkan Anda menggabungkan respons dari beberapa fungsi serverless menjadi satu respons terpadu.
Pola ini menyederhanakan konsumsi API dan mengurangi beban pada klien. Misalnya, jika Anda memiliki beberapa fungsi serverless yang menyediakan informasi tentang produk, API Gateway dapat menggabungkan respons dari fungsi-fungsi tersebut menjadi satu respons tunggal yang berisi semua informasi yang dibutuhkan.
Database Per Function
Salah satu anti-pola yang umum dalam serverless computing adalah berbagi database tunggal di antara beberapa fungsi serverless. Pendekatan ini dapat menyebabkan bottleneck dan meningkatkan risiko konflik. Pola Database Per Function merekomendasikan untuk memberikan setiap fungsi serverless akses ke database terpisah atau subset database.
Pola ini meningkatkan isolasi, skalabilitas, dan keamanan. Setiap fungsi serverless memiliki kendali penuh atas datanya dan tidak terpengaruh oleh perubahan yang dilakukan oleh fungsi lain. Ini juga mempermudah penskalaan dan pemantauan kinerja setiap fungsi serverless secara independen. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan sistem aplikasi gaji terbaik di perusahaan Anda, pastikan database-nya terintegrasi dengan baik.
Kesimpulan
Serverless computing menawarkan banyak keuntungan, tetapi implementasi yang sukses membutuhkan pemahaman yang baik tentang pola-pola desain yang teruji. Dengan menerapkan pola-pola yang dibahas dalam artikel ini, Anda dapat membangun aplikasi serverless yang skalabel, efisien, dan andal. Selalu pertimbangkan kebutuhan spesifik aplikasi Anda dan pilih pola yang paling sesuai untuk mencapai tujuan Anda. Dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang cermat, Anda dapat memanfaatkan kekuatan serverless sepenuhnya dan mendorong inovasi dalam organisasi Anda.



